Ingin sekali mengalah
Biar kita tak usah beradu argumen
Biar tak ada derai air mata
Biar tak ada sakit hati
Yg saya tahu
Cinta butuh logika
Jika tak butuh
Utk apa logika ada
Jelaskan pada saya
Tentang cinta versimu
Yang sampai saat ini belum jua saya pahami
Saya tidak selalu benar
Saya tidak tega
Saya mencoba untuk tegas
Cobalah untuk mengerti
Ataukah itu menyudutkanmu?
Ataukah itu menyakitimu?
Ataukah cinta sebajingan itu?
Terlalu dan terlanjur mencintaimu
Bukan berharap yang sempurna
Menerimamu sebagai kekasih
Itu sudah cukup membuktikan bahwa saya juga membutuhkan orang lain
Untuk menjaga, menegur, menasehati, bercerita dalam segala hal
Kalau boleh jujur,,
3 tahun bersamamu seperti 2 bulan
Kamu tahu kenapa?
Saya benar-benar tidak mengenalmu
Yang saya tahu tentangmu hanya sebatas itu
Saya ingin tahu tentang kebiasan-kebiasaan atau masalah yang kamu hadapi
Kamu bukan tak pernah bercerita
Hanya itu sangat minim sayang
Saya ini orang yang kamu butuhkan atau orang yang kamu inginkan?
Kamu menganggap dirimulah yang paling jujur
Saya juga ingin jujur.
Tapi pernahkah kamu bersedia mendengarkan kejujuran saya tanpa amarah atau tanpa meninggalkan percakapn di telepon?
Percayalah sayang..
Saya masih mencintaimu
Dengan segala keterbatasan yang kamu miliki.
Saya tidak menginginkanmu menjadi manusia yang sempurna
Saya berkata dan bersikap seperti itu karena saya tahu bahkan semua orang tahu itu salah
Saya takut tapi saya percaya kamu bisa berubah
Itulah alasannya saya masih bertahan sampai saat ini
Cinta ini masih untukmu
Kamis, 25 Februari 2016
Senin, 15 Februari 2016
Menyerah Kalah
Malam ini..
Saya sadar,, kita tak seharusnya Kita
Kemarin, saya mencoba utk menggantungkan asa utk kembali bersama
Tapi malam ini, sepertinya keputusan itu salah
Perasaan kita beda
Saya mencintai kamu
Tapi kamu mencintai dirimu sendiri
Saya sudah mencobanya
Saya pikir waktu 7 bulan sudah cukup
Sama-sama beristirahat dan merefleksikan diri
Tapi, itu hanya angan semu
Tak ada yg beda
Semua pendapat saya salah
Kamu yg benar
Saya menyerah kalah
Saya tidak ingin terjebak dalam kesalahan masa lalu
Saya ingin belajar memperbaiki diri meski sudah terlambat
Tapi, setidaknya saya tidak mengulanginya
Saya menghargai pendapat anda
Bukan berarti harus menyetujuinya
Jika harus pergi dari kehidupanmu karena tak sependapat
Baiklah.
Saya memang cepat menangis tapi bukan untuk mengemis
Saya akan pergi.
Saya bukan manusia suci
Mungkin juga sangat jauh dari kata baik
Oleh karena itu,
Setidaknya saya tidak lagi membawamu ke tempat yang gelap
Maafkan saya dengan semua kelalaian dan keterbatasan ini
Temukan bahagiamu dan raihlah mimpimu bersamanya
Malam ini, saya semakin yakin saya memang bukan untukmu
Saya sadar,, kita tak seharusnya Kita
Kemarin, saya mencoba utk menggantungkan asa utk kembali bersama
Tapi malam ini, sepertinya keputusan itu salah
Perasaan kita beda
Saya mencintai kamu
Tapi kamu mencintai dirimu sendiri
Saya sudah mencobanya
Saya pikir waktu 7 bulan sudah cukup
Sama-sama beristirahat dan merefleksikan diri
Tapi, itu hanya angan semu
Tak ada yg beda
Semua pendapat saya salah
Kamu yg benar
Saya menyerah kalah
Saya tidak ingin terjebak dalam kesalahan masa lalu
Saya ingin belajar memperbaiki diri meski sudah terlambat
Tapi, setidaknya saya tidak mengulanginya
Saya menghargai pendapat anda
Bukan berarti harus menyetujuinya
Jika harus pergi dari kehidupanmu karena tak sependapat
Baiklah.
Saya memang cepat menangis tapi bukan untuk mengemis
Saya akan pergi.
Saya bukan manusia suci
Mungkin juga sangat jauh dari kata baik
Oleh karena itu,
Setidaknya saya tidak lagi membawamu ke tempat yang gelap
Maafkan saya dengan semua kelalaian dan keterbatasan ini
Temukan bahagiamu dan raihlah mimpimu bersamanya
Malam ini, saya semakin yakin saya memang bukan untukmu
Kamis, 04 Februari 2016
KU TITIPKANMU DALAM DOA
Sudah berakhir
Menangis takkan merubah apapun
Menginginkanmu kembali hanyalah lelucon
Membiarkanmu pergi itu yg harus ku lakukan
Bukan tak mencintaimu
Bukan tak ingin berjuang untuk cinta
Bukan ingin menyakitimu
"Kita" hanya sedang terbuai perasaan
Hentikan semua itu
Semakin lama "kita" semakin dalam lukanya
Biarlah "kita" menjadi "aku dan kamu"
Yang sama-sama bertemu dipersimpangan
Menuju tujuan yang sama dengan jalannya yang berbeda
Untuk semua kisah itu,,
Lupakan
Teruslah berjalan hingga kita temui bahagia yang Ia restui
Belajarlah dari semua itu..
Ku titipkanmu dalam doa
Semoga Ia mengampuni "aku & Kamu" dulu
Menangis takkan merubah apapun
Menginginkanmu kembali hanyalah lelucon
Membiarkanmu pergi itu yg harus ku lakukan
Bukan tak mencintaimu
Bukan tak ingin berjuang untuk cinta
Bukan ingin menyakitimu
"Kita" hanya sedang terbuai perasaan
Hentikan semua itu
Semakin lama "kita" semakin dalam lukanya
Biarlah "kita" menjadi "aku dan kamu"
Yang sama-sama bertemu dipersimpangan
Menuju tujuan yang sama dengan jalannya yang berbeda
Untuk semua kisah itu,,
Lupakan
Teruslah berjalan hingga kita temui bahagia yang Ia restui
Belajarlah dari semua itu..
Ku titipkanmu dalam doa
Semoga Ia mengampuni "aku & Kamu" dulu
DIA
Dia tidak ingin menangis
Dia hanya ingin tegar menghadapi cobaan itu
Tapi, air matanya menolak untuk bersembunyi
Dia setuju pada logika
Bahkan tak bersuara untuk protes
Perasaannya mungkin tak sependapat
Namun, bisakah perasaan merubah keadaan?
TIDAK
Ini bukan tentang beda yg mampu disatukan atas nama rasa
Ini tentang madah baktinya dan kidung jemaat dirinya
Dia belajar ikhlas
Dia belajar mensyukuri hidupnya
Bahkan tak henti-hentinya berdoa
Kala ia terpojokkan oleh perasaan
09juni2013-24juni15
09 juni 2013
Dia mengijinkan seseorg masuk dlm kehidupannya
Sbg seorg pacar..
Awalnya,, dia tdk menaruh perasaan suka pada orang tersebut
Dia hanya nyaman
Karena orang tersebut datang di hidupnya tepat ketika ia benar-benar terluka.. Hahaha #miripceritafilm
Iya. Dia baru saja putus. Alasannya sangat biasa,, "diselingkuhi"
Pacarannya krg lebih 4 tahun. Tapi, ternyata tdk ada kesetiaan.
Singkat ceritanya seperti itu.
Mereka belum bertemu sebelumnya,, hanya komunikasi via suara karena dibatasi jarak yg jauh. Mereka awalnya dikenalkan oleh salah seorang teman dekat.
Akhirnya,, pada 09 juni 2013,, mereka resmi berpacaran.
Awalnya tak ada masalah yg berarti. Setahun terlewati dengan baik. Walaupun intensitas pertemuan mereka sangat amat sangat minim. Untunglah komunikasi via telepon dapat mengimbanginya.
Ketika hubungan mereka mulai menginjak 1,4 tahun,, masalah demi masalah mulai menghantui. Putus nyambung pun tak terelakan lagi. Namun, semua itu msh bisa diatasi. Mereka kembali berpacaran. Hingga masih sempat merayakan aniv ke 2.
Euforia aniv ke-2 tdk berlangsung lama,, komunikasi diantara mereka makin tak menentu. Puncaknya pada dini hari 24 Juni 2015,, kekasihnya mengakhiri hubungan mereka dengan satu alasan yang tak terbantahkan. "Beda rumah ibadah".
Dia hanya bisa menangis. Ingin rasanya dia meminta untuk tetap menjalin hubungan.
Tapi, dia tahu kalau itu memang yang terbaik.
Dia mengijinkan seseorg masuk dlm kehidupannya
Sbg seorg pacar..
Awalnya,, dia tdk menaruh perasaan suka pada orang tersebut
Dia hanya nyaman
Karena orang tersebut datang di hidupnya tepat ketika ia benar-benar terluka.. Hahaha #miripceritafilm
Iya. Dia baru saja putus. Alasannya sangat biasa,, "diselingkuhi"
Pacarannya krg lebih 4 tahun. Tapi, ternyata tdk ada kesetiaan.
Singkat ceritanya seperti itu.
Mereka belum bertemu sebelumnya,, hanya komunikasi via suara karena dibatasi jarak yg jauh. Mereka awalnya dikenalkan oleh salah seorang teman dekat.
Akhirnya,, pada 09 juni 2013,, mereka resmi berpacaran.
Awalnya tak ada masalah yg berarti. Setahun terlewati dengan baik. Walaupun intensitas pertemuan mereka sangat amat sangat minim. Untunglah komunikasi via telepon dapat mengimbanginya.
Ketika hubungan mereka mulai menginjak 1,4 tahun,, masalah demi masalah mulai menghantui. Putus nyambung pun tak terelakan lagi. Namun, semua itu msh bisa diatasi. Mereka kembali berpacaran. Hingga masih sempat merayakan aniv ke 2.
Euforia aniv ke-2 tdk berlangsung lama,, komunikasi diantara mereka makin tak menentu. Puncaknya pada dini hari 24 Juni 2015,, kekasihnya mengakhiri hubungan mereka dengan satu alasan yang tak terbantahkan. "Beda rumah ibadah".
Dia hanya bisa menangis. Ingin rasanya dia meminta untuk tetap menjalin hubungan.
Tapi, dia tahu kalau itu memang yang terbaik.
Langganan:
Postingan (Atom)